Tuesday, 8 March 2016

TATA CARA DAN NIAT SHALAT GERHANA BULAN DAN MATAHARI

Tata Cara dan Niat Shalat Gerhana Bulan dan Matahari

Bagi yang Menyaksikan Gerhana Hendaklah Melaksanakan Shalat Gerhana
Jika seseorang menyaksikan gerhana, hendaklah ia melaksanakan shalat gerhana sebagaimana tata cara yang nanti akan kami utarakan, insya Allah.
Lalu apa hukum shalat gerhana? Pendapat yang terkuat, bagi siapa saja yang melihat gerhana dengan mata telanjang, maka ia wajib melaksanakan shalat gerhana.
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ
”Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”2
Karena dari hadits-hadits yang menceritakan mengenai shalat gerhana mengandung kata perintah (jika kalian melihat gerhana tersebut, shalatlah: kalimat ini mengandung perintah). Padahal menurut kaedah ushul fiqih, hukum asal perintah adalah wajib. Pendapat yang menyatakan wajib inilah yang dipilih oleh Asy Syaukani, Shidiq Hasan Khoon, dan Syaikh Al Albani rahimahumullah.
Kita mungkin mendengar istilah Shalat Kusufian (shalat 2 Gerhana. yaitu shalat dikarenakan terjadinya Gerhana Bulan, dan Gerhana Matahari. Dalam artian, jika terjadi Gerhana Bulan maka kita lakukan (laksanakan) shalat Khusuf, dan jika terjadi Gerhana Matahari maka kita lakukan shalat Kusuf, sesungguhnya kedua shalat ini hukumnya adalah sunah muakad.
Waktu melaksanakan shalat gerhana bulan yakni dimulai dari terjadinya Gerhana Bulan itu sendiri hingga terbit kembali, atau dengan kata lain sampai Bulan tersebut nampak utuh, sedangkan waktu melaksanakan shalat Gerhana Matahari yaitu dimulai dari timbulnya Gerhana Matahari itu sendiri hingga matahari tersebut kembali sebagaimana biasanya, atau sampai terbenam.

Cara Mengerjakan Shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari :
Yang Pertama : Shalat 2 raka’at sebagaimana shalat biasanya, boleh kita melaksanakannya sendiri-sendiri, atau mungkin lebih utama jika kita melaksanakannya secara berjama’ah
Yang Kedua : Shalat 2 raka’at dengan 4 kali rukuk, dan juga 4 kali sujud, yaitu pada raka’at pertama (sesudah rukuk dan i’tidal) kita membaca surat Al-Fatihah lagi, selanjutnya kita terus melakukan rukuk sekali lagi dan i’tidal, kemudian kita terus sujud selnjutnya sebagaimana biasa. Dan pada raka’at kedua juga kita lakukan seperti halnya pada raka’at yang pertama. Jadi dengan demikian shalat Gerhana tersebut seluruhnya berjumlah 4 rukuk, 4 fatihah dan 4 sujud.
Apabila shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari tersebut dilaksanakan seperti shalat biasanya yakni 2 raka’at dengan 2 rukuk, maka hal itu tidak menjadi halangan juga (cukup sah pula).
Berikut bacaan Niat Shalat Gerhana Bulan atau Gerhana Matahari :
Gerhana Bulan
أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
{” Ushallii Sunnatal Khusuufil-Qomari Rak’ataini Lillahi Ta’alaa “}
Artinya : {” Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah ta’ala “}
Gerhana Matahari
أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِكُسُوْفِ الشَّمسِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
{” Ushallii Sunnatal Kusuufis-Syamsi Rak’ataini Lillahi Ta’alaa “}
Artinya : {” Aku niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Matahari dua rakaat karena Allah ta’ala “}
NB.: Sebaiknya didalam melaksanakan Shalat Gerhadan Bulan, Bacaan fatihah dan juga bacaan surat dalam shalat tersebut dinyaringkan (dikeraskan), sedangkan dalam melaksanakan shalat Gerhana Matahari bacaan tersebut tidak dinyaringkan (tidak dikeraskan). Dan dalam membaca surat disetiap raka’atnya disunahkan pula membaca surat-surat yang panjang.

Oleh : Ustad Ahmad Hasan
Redaktur : Babur Rahmah
Sumber terkait: Tata Cara dan Niat Shalat Gerhana Bulan dan Matahari
Bagi yang Menyaksikan Gerhana Hendaklah Melaksanakan Shalat Gerhana
Jika seseorang menyaksikan gerhana, hendaklah ia melaksanakan shalat gerhana sebagaimana tata cara yang nanti akan kami utarakan, insya Allah.
Lalu apa hukum shalat gerhana? Pendapat yang terkuat, bagi siapa saja yang melihat gerhana dengan mata telanjang, maka ia wajib melaksanakan shalat gerhana.
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ
”Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”2
Karena dari hadits-hadits yang menceritakan mengenai shalat gerhana mengandung kata perintah (jika kalian melihat gerhana tersebut, shalatlah: kalimat ini mengandung perintah). Padahal menurut kaedah ushul fiqih, hukum asal perintah adalah wajib. Pendapat yang menyatakan wajib inilah yang dipilih oleh Asy Syaukani, Shidiq Hasan Khoon, dan Syaikh Al Albani rahimahumullah.
Kita mungkin mendengar istilah Shalat Kusufian (shalat 2 Gerhana. yaitu shalat dikarenakan terjadinya Gerhana Bulan, dan Gerhana Matahari. Dalam artian, jika terjadi Gerhana Bulan maka kita lakukan (laksanakan) shalat Khusuf, dan jika terjadi Gerhana Matahari maka kita lakukan shalat Kusuf, sesungguhnya kedua shalat ini hukumnya adalah sunah muakad.
Waktu melaksanakan shalat gerhana bulan yakni dimulai dari terjadinya Gerhana Bulan itu sendiri hingga terbit kembali, atau dengan kata lain sampai Bulan tersebut nampak utuh, sedangkan waktu melaksanakan shalat Gerhana Matahari yaitu dimulai dari timbulnya Gerhana Matahari itu sendiri hingga matahari tersebut kembali sebagaimana biasanya, atau sampai terbenam.
Cara Mengerjakan Shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari :
Yang Pertama : Shalat 2 raka’at sebagaimana shalat biasanya, boleh kita melaksanakannya sendiri-sendiri, atau mungkin lebih utama jika kita melaksanakannya secara berjama’ah
Yang Kedua : Shalat 2 raka’at dengan 4 kali rukuk, dan juga 4 kali sujud, yaitu pada raka’at pertama (sesudah rukuk dan i’tidal) kita membaca surat Al-Fatihah lagi, selanjutnya kita terus melakukan rukuk sekali lagi dan i’tidal, kemudian kita terus sujud selnjutnya sebagaimana biasa. Dan pada raka’at kedua juga kita lakukan seperti halnya pada raka’at yang pertama. Jadi dengan demikian shalat Gerhana tersebut seluruhnya berjumlah 4 rukuk, 4 fatihah dan 4 sujud.
Apabila shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari tersebut dilaksanakan seperti shalat biasanya yakni 2 raka’at dengan 2 rukuk, maka hal itu tidak menjadi halangan juga (cukup sah pula).
Berikut bacaan Niat Shalat Gerhana Bulan atau Gerhana Matahari :
Gerhana Bulan
أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
{” Ushallii Sunnatal Khusuufil-Qomari Rak’ataini Lillahi Ta’alaa “}
Artinya : {” Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah ta’ala “}
Gerhana Matahari
أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِكُسُوْفِ الشَّمسِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
{” Ushallii Sunnatal Kusuufis-Syamsi Rak’ataini Lillahi Ta’alaa “}
Artinya : {” Aku niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Matahari dua rakaat karena Allah ta’ala “}
NB.: Sebaiknya didalam melaksanakan Shalat Gerhadan Bulan, Bacaan fatihah dan juga bacaan surat dalam shalat tersebut dinyaringkan (dikeraskan), sedangkan dalam melaksanakan shalat Gerhana Matahari bacaan tersebut tidak dinyaringkan (tidak dikeraskan). Dan dalam membaca surat disetiap raka’atnya disunahkan pula membaca surat-surat yang panjang.

Oleh : Ustad Ahmad Hasan
Redaktur : Babur Rahmah
Sumber terkait: Tata Cara dan Niat Shalat Gerhana Bulan dan Matahari
Bagi yang Menyaksikan Gerhana Hendaklah Melaksanakan Shalat Gerhana
Jika seseorang menyaksikan gerhana, hendaklah ia melaksanakan shalat gerhana sebagaimana tata cara yang nanti akan kami utarakan, insya Allah.
Lalu apa hukum shalat gerhana? Pendapat yang terkuat, bagi siapa saja yang melihat gerhana dengan mata telanjang, maka ia wajib melaksanakan shalat gerhana.
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ
”Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”2
Karena dari hadits-hadits yang menceritakan mengenai shalat gerhana mengandung kata perintah (jika kalian melihat gerhana tersebut, shalatlah: kalimat ini mengandung perintah). Padahal menurut kaedah ushul fiqih, hukum asal perintah adalah wajib. Pendapat yang menyatakan wajib inilah yang dipilih oleh Asy Syaukani, Shidiq Hasan Khoon, dan Syaikh Al Albani rahimahumullah.
Kita mungkin mendengar istilah Shalat Kusufian (shalat 2 Gerhana. yaitu shalat dikarenakan terjadinya Gerhana Bulan, dan Gerhana Matahari. Dalam artian, jika terjadi Gerhana Bulan maka kita lakukan (laksanakan) shalat Khusuf, dan jika terjadi Gerhana Matahari maka kita lakukan shalat Kusuf, sesungguhnya kedua shalat ini hukumnya adalah sunah muakad.
Waktu melaksanakan shalat gerhana bulan yakni dimulai dari terjadinya Gerhana Bulan itu sendiri hingga terbit kembali, atau dengan kata lain sampai Bulan tersebut nampak utuh, sedangkan waktu melaksanakan shalat Gerhana Matahari yaitu dimulai dari timbulnya Gerhana Matahari itu sendiri hingga matahari tersebut kembali sebagaimana biasanya, atau sampai terbenam.
Cara Mengerjakan Shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari :
Yang Pertama : Shalat 2 raka’at sebagaimana shalat biasanya, boleh kita melaksanakannya sendiri-sendiri, atau mungkin lebih utama jika kita melaksanakannya secara berjama’ah
Yang Kedua : Shalat 2 raka’at dengan 4 kali rukuk, dan juga 4 kali sujud, yaitu pada raka’at pertama (sesudah rukuk dan i’tidal) kita membaca surat Al-Fatihah lagi, selanjutnya kita terus melakukan rukuk sekali lagi dan i’tidal, kemudian kita terus sujud selnjutnya sebagaimana biasa. Dan pada raka’at kedua juga kita lakukan seperti halnya pada raka’at yang pertama. Jadi dengan demikian shalat Gerhana tersebut seluruhnya berjumlah 4 rukuk, 4 fatihah dan 4 sujud.
Apabila shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari tersebut dilaksanakan seperti shalat biasanya yakni 2 raka’at dengan 2 rukuk, maka hal itu tidak menjadi halangan juga (cukup sah pula).
Berikut bacaan Niat Shalat Gerhana Bulan atau Gerhana Matahari :
Gerhana Bulan
أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
{” Ushallii Sunnatal Khusuufil-Qomari Rak’ataini Lillahi Ta’alaa “}
Artinya : {” Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah ta’ala “}
Gerhana Matahari
أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِكُسُوْفِ الشَّمسِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
{” Ushallii Sunnatal Kusuufis-Syamsi Rak’ataini Lillahi Ta’alaa “}
Artinya : {” Aku niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Matahari dua rakaat karena Allah ta’ala “}
NB.: Sebaiknya didalam melaksanakan Shalat Gerhadan Bulan, Bacaan fatihah dan juga bacaan surat dalam shalat tersebut dinyaringkan (dikeraskan), sedangkan dalam melaksanakan shalat Gerhana Matahari bacaan tersebut tidak dinyaringkan (tidak dikeraskan). Dan dalam membaca surat disetiap raka’atnya disunahkan pula membaca surat-surat yang panjang.

Oleh : Ustad Ahmad Hasan
Redaktur : Babur Rahmah
Sumber terkait: http://alqurandanhadis.indonesiaz.com/tata-cara-dan-niat-shalat-gerhana-bulan.xhtml

Tuesday, 5 January 2016

My instagram

Saya ada di Instagram sebagai @jamal_doanc. Pasang aplikasi untuk mengikuti foto dan video saya. http://instagram.com/download/?r=1640442130

Friday, 13 November 2015

MENGAPA MADURA HARUS MENJADI PROVINSI

Dewan Provinsi Madura(dpm)

MENGAPA MADURA HARUS MENJADI PROVINSI???

Secara historisasi sejak jaman penjajahan Belanda Madura sudah di Istimewakan oleh pemerintah kolonial salah satunya Madura dibentuk Karesidenan sendiri dengan ibukota karesidennannya Pamekasan yang hingga sekarang gedung karesidenan tersebut masih kokoh berdiri sebagai bukti sejarah.. kedua pengistimewaan Madura oleh pemerintah Hindia Belanda ialah dari sy...
...
stem perundang-undangannya yakni HIR yang selalu menyebut-nyebut istilah “ peraturan ini berlaku untuk Jawa dan Madura atau peraturan ini berlaku untuk luar Jawa dan Madura”.
Pasca Proklamasi kemerdekaan yakni 1948 M pemerintah Republik Indonesia Serikat ( RIS ) menjadikan Madura sebagai Negara bagian yakni Negara Madura dimana akhirnya RIS dibubarkan menjadi NKRI.
Secara sumber daya manusia ( SDM ) Madura unggul dengan tipikal pekerja keras tak kenal menyerah tokoh-tokoh nasional mulai orde lama, orde baru hingga orde reformasi saat ini menduduki posisi penting di pemerintahan pusat mampu Penprov Jatim baik sipil maupun militer sebut saja R.Hartono ( Jendral TNI ), A.Rahman ( Jaksa agung ) Rusman Hadi ( Jenderal Polri ) Mahfud MD ( ketua MK ), Moh Noer (Gubernur Jatim ) dsb. Dan mengenai klaim bahwa 70 % penduduk madura tak lulus SD ( Formal ) mungkin itu dulu, sekarang seiring pembangunan lembaga pendidikan yang begitu pesat di Madura, terutama perguruan tinggi dan swasta, tampaknya klaim tersebut perlu direvisi ulang.
Secara sumber daya alam ( SDA ) Madura sangat kaya Raya di bidang Minyak dan Gas. di Pamekasan Petro China telah mengidentifikasi ± 1000 titik migas lewat survei Seismiknya, Di Sumenep puluhan perusahaan Investor beroperasi sejak 1984, di Sampang sejak beberapa tahun lalu SANTOS telah melakukan eksploitasi minyak di lepas pantai Camplong, dan di perairan Bangkalan PT Kodeco telah melakukan kegiatan eksploitasi. kemana-mana hasilnya minyak dan gas madura di alirkan ke jawa lewat pipa bawah laut hal itu terungkap saat ledakan pipa gas di porong sidoarjo 2006 lalu yang ternyata berasal dari dari pulau pagerungan besar. Madura hanya mendapat pembagian 20 % dari Jawa Timur itupun dibagi 4 Kabupaten. jika Madura menjadi Provinsi maka tiap kabupaten akan mendapat 20 %, selain itu para Investor migas dan non migas akan langsung negosiasi ke Madura tidak usah ke Jawa timur lagi. Sehingga cepat atau lambat pembangunan kesejahteraan masyarakat Madura akan tercapai, masyarakat Madura tak perlu merantau ke luar Madura dan tidak perlu tidak kerasan di Madura karena arah pembangunan sudah terfokus dan terarah serta merata.
Banyak yang beranggapan trutama kalangan awam , untuk apa dan manfaat apa yang akan kita dapat kaum kecil ini kalau madura sudah jadi provinsi.???. maka perlu kita jawab dan yakinkan kepada mereka bahwa kalaupun kita tak bisa menikmatinya sendiri maka anak cucu kita yang akan merasakannya pengangguran dapat ditekan, ketimpangan ekonomi dapat diminimalisir jika madura jadi provinsi..pembangunan gedung gedung pemerintah yang awalnya ada di jawa maka akan dibangun dimadura, awalnya dana pembangunan dan share dana migas menunggu pembagian dari jawa timur maka itu semua tak perlu lagi,,,
“Ingat negara ini merdeka juga karna pemudanya yg telah berkomitmen dengan sumpah pemudanya dan demi tersegeranya proklamasi kemerdekaan mereka para pemuda menculik sukarno dan mendesak agar beliau segera memproklamirkan kemerdekaan indonesia By: dewan provinsi Madura DPM
Dari berbagai sumber..
(mohon di share demi cita2 bersama tersebut)

Friday, 20 March 2015

SEBUTLAH NAMAKU DISANA, KARENA AKU TAK KUASA MELUPAKANMU

"Sebutlah namaku di sana, karena aku tak kuasa melupakanmu !"
♡♡
Ini kisah indah tentang Kerinduan ...
Disampaikan oleh al-Mubarrid dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amru an-Nakha'iy bahwa di kota Kufah hiduplah pemuda yg tampan dan rajin beribadah.
Ia pernah tingal di pemukiman Nakha' dan bertemu dengan seorang gadis salehah dari kaum itu.
Pertemuan itu membuatnya jatuh cinta dan ingin memilikinya.
Dia memutuskan untuk tinggal yg lebih dekat dgn rumah gadis itu.
Lalu ia mengirimkan utusan untuk menyampaikan lamaran kepada ayah gadis itu.Namun sayang gadis itu ternyata telah dilamar oleh anak pamannya.
Ketika rasa rindu mendera, gadis itu mengirim utusan agar mendatangi pemuda itu untuk menitipkan pesan : "aku sdh mendengar tentang besarnya cintamu kepadaku, akupun sedih karenanya. Jika engkau mau, aku dapat menemuimu...atau jika engkau berkenan,aku dapat mengatur cara agar engkau bisa masuk ke dalam rumahku.
Pemuda itu mengirim balasan,"seaungguhnya aku takut azab hari yg besar (saat kiamat nanti) jika aku mendurhakai Tuhanku.Sesungguhnya aku takut api neraka yg baranya tdk pernah padam dan tdk pernah surut lidah apinya."
Demi mendengar jawaban itu, sang gadis menyadari dan memilih untuk taat beribadah serta menjauhkan dirinya dari segala kemaksiatan.
Namun demikian, ia tdk mampu mengahapus rasa rindunya kepada pemuda tersebut hingga ia meninggal dunia.
Sang pemuda sering datang ziarah ke makam gadis itu, menangis di sana dan berdo'a baginya.
Suatu hari, saat sedang ziarah, pemuda itu tak kuasa menahan kantuk hingga ia tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat sang gadis yg dicintainya dalam rupa yg sangat menawan.
Dia menanyakan keadaan Sang gadis lalu dijawabnya, "Cinta yg manis wahai orang yg kurindukan, cintamu adalah cinta yg menuntun kepada kebaikan dan kesantunan."
"Sampai kapan engkau seperti ini?" Tanya pemuda itu.
"Hingga pencapaian kenikmatan dan kehidupan yg kekal di taman surga, suatu kekayaan yg tiada lenyap."
Berkatalah pemuda itu lagi, "Sebutlah namaku di sana karena aku tdk dapat melupakanmu."
Gadis itu menjawab, "Demi Allah, aku juga begitu. Aku telah memohon kepada pelindungmu dan pelindungku agar Dia menyatukan kita berdua.Maka tolonglah aku untuk menggapai tujuan ini dengan sekuat tenaga."
Pemuda itu bertanya, "kapan aku bisa melihatmu lagi?"
Lalu gadis itu menjawab, "Tak lama lagi engkau akan bertemu denganku dan melihatku."
-----------------
Cerita yg mengharukan...demi menjaga kesucian cinta...tak dapat bersatu di dunia...di akhirat memohon kepada Allah agar dipersatukan..

KUTITIP RINDU UNTUKNYA PADA-MU YA RABB


♡ Kutitip Rindu untuk nya pada-Mu ya Rabb ♡

Tak kuasa menggenggam sebuah hati untuk dimiliki...maka aku memohon pada Mu ya Rabb untuk menjaga nya untuk ku kelak....sampai masa KAU izinkan untuk memiliki nya..
Bila sesuatu yg telah kumiliki...KAU minta kembali...maka keikhlasan dan kelapangan hati atas segala amanah yg KAU titip untuk kurelakan kembali padamu...
Tiada kerinduan dan rasa cinta di hati hamba hadir selain izin dari MU...bila itu samar-samar...maka hamba memohon untuk mencabut nya dari hati hamba..
Tiada kepedihan dan tetesan air mata...terucapkan selain apa yg kau Ridhoi...cukuplah kesedihan dan tetesan air mata ini sebagai penguji iman hamba.
Kutitip rindu untuk nya..dalam balutan Do'a...dan cinta suci.

Saturday, 14 February 2015

WORDS OF WISDOM

Words Of Wisdom

I knock on the door that closed, was nevertheless none that open.crashing hot hits, struck aground nevertheless come accompanied by the words that wound then languish increasingly smolder.the first guess the vibe there and ended on regret.

Friday, 16 January 2015

KUNJI JAWABAN TEKA-TEKI

TTS Kompas #157
Jawaban Teka-Teki Silang KOMPAS #157

MENDATAR

1/11. Tokoh Afrika Selatan yang meninggal dunia minggu lalu - NELSON MANDELA
4. Inspektur Upacara - IRUP
6. Nama sayuran - KOL
9. Diulang : gendang kecil - TAM
14. Senjata peledak - BOM
16. Peraturan dalam negara - UU
19. Tambahan di bawah surat (singkatan) - NB
20. Cabang olahraga andalan tim SEA Games Indonesia - BULUTANGKIS
21. Penghulu - NAIB
23. Air manis sadapan dari enau - NIRA
25. Kata penutup doa - AMIN
26. Paruh yang lebar - SUDU
28. Kota di Pulau Kalimantan - BANJARMASIN
32. Serikat Buruh - SB
34. Ucapan selamat (singkatan Perancis) - PF
35. Hasil perkebunan kita - TEH
37. Ibu kota salah satu negara ASEAN - BANGKOK
39. Konferensi tingkat menteri organisasi ini baru saja berlangsung di Bali - WTO
40. Harapan - ASA
41. Tempat uang - KAS
42. Jeram - RIAM
43. Senjata berat - MERIAM

MENURUN

1. Risalah rapat - NOTULEN
2. Bahan perekat - LEM
3. Satuan tahanan listrik - OHM
4. Negara di Asia - INDIA
5. Sebelum - PRA
6. Konferensi Meja Bundar - KMB
7. Institut - LEMBAGA
10. Pengawal angkasa - AU
12. Bertarung - ADU
13. Pabriknya ada di Arun - LPG
15. Di atas (Inggris) - ON
17. Derma - SUMBANGAN
18. Gerak badan - GIMNASTIK
22. Tata usaha (singk.) - ADM
24. Merah (Inggris) - RED
25. Keadaan ruang yang dapat mempengaruhi bunyi - AKUSTIK
27. Seragam - UNIFORM
29. Juga - JUA
30. Jenis - RAGAM
31. Kata untuk mengajak - AYO
33. Tanda mobil daerah Bengkulu - BE
34. Bentuk perusahaan - PT
36. Daging lambung sapi - HAS
37. Tempat minum-minum - BAR
38. Penganan - KUE
39. Warga Negara Indonesia - WNI

Have fun...

Kunci jawaban lainnya klik disini

My Merguee

thatweb.com

123website.co.id Thatweb

Linking to YouLikeHits